Tuesday, September 25, 2007

Cah Wonogiri Pandu Empat Mata di Amerika





Acara Empat Mata teryata bukan hanya ada di Indonesia. Buktinya Cah Wonogiripun bisa menjadi Presenter Empat Mata....tapi ....itu di Amerika sana yang jauh sekali tempatnya.....

Kembali ke lap…top! Bagi kita orang Indonesia ungkapan tersebut sangat akrab di telinga. Yah….si Tukul wong Ndeso, kutu kupret plus katrok selalu memulai Empat Mata dengan ungkapan tersebut sebelum melancarkan sejumlah pertanyaan konyol ke bintang tamu.

Untuk pertama kalinya “Empat Mata” muncul di Chicago tapi bukan dipandu oleh seorang Tukul Arwana seperti di Trans 7, melainkan oleh cah Wonogiri yang sedang belajar di negeri Paman Sam. Acara Empat Mata di Chicago tersebut diadakan tanggal 15 September di Old St.Mary 1500 Michigan Avenue, Chicago.

Acara dimulai pk.06.00 s/d 09.30 malam. Wah…acaranya heboh banget! Sekitar 300 orang datang, bukan hanya orang Indo lho tapi juga orang Amrik yang ingin mengenal lebih dekat Indonesia. Acara yang disponsori oleh komunitas orang indo di Chicago ini bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi panti asuhan di Kalimantan. Hanya dengan membayar $5 kita bisa memilih menu khas Indonesia mulai dari nasi Padang sampai mie ayam.

Adapun seluruh mata acara dikemas dalam Empat Mata ala Amrik. Sebagai Tukul gadungan cah wonogiri mencoba sekuat tenaga melucu sambil mewawancarai bintang-bintang tamu. Ada Krisdayanti, Dani Dewa sampai Didi Kempot (tentu semuanya gadungan). Tapi Tukul yang satu ini memang unik. Bukan saja ia tidak mirip sama sekali dengan Tukul beneran tapi ia pakai ngomong Inggris segala.

Misalnya ia tanya kepada seorang penari begini “Please can you tell us what the dance is about? Ketika ditanya lebih lanjut cowok Taurus itu berujar singkat “Terpaksa!! Soalnya audiencenya kan bukan hanya orang Indo, apalagi ada bintang tamu yang asli orang Amrik!”. Wah….wah….ternyata cah Wonogiri bisa go international juga! Salut deh! (Eh….omong-omong cah wonogiri ini bisa di hubungi diemail atau ym rethar78@yahoo.com)

Sunday, September 23, 2007

Bentangan Alam Karst di di Pegunungan Sewu




Bentang alam karst / topografi karst dicirikan dengan adanya bukit-bukit gamping yang menyerupai kubah atau kerucut (conical), sepanjang deretan gunung sewu dari pacitan hingga gunung kidul.

Adanya kenampakan positif burupa bukit dan kenam pakan negatif berupa uvala (telaga), cekungan (depresi), dan Luweng (sinkhole) sumber www.solocaver.blogspot.com

Wednesday, September 12, 2007

Marhaban Ya Ramadhan

Ramadhan telah datang...........

Seluruh umat Islam di dunia menyerukan ‘Marhaban Ya Ramadhan’, selamat datang Ramadhan. Di masjid, musholla, televisi, radio, internet, blog serta berbagai mailing list, ungkapan selamat datang Ramadhan memenuhi rubrik dengan berbagai ekpresi yang variatif.

Seluruh media, baik televisi maupun radio seakan berlomba dengan sederet agendanya masing-masing. Rasa gembira, khusyu, harapan, semangat dan nuansa spiritualitas lainnya terpancar dengan sarat makna untuk diekpresikan. Itulah Ramadhan, bulan yang tahun ini kita ingin memperbaiki kualitas ibadahnya, dan kini telah datang kembali.

Hikmah yang terkandung dalam ibadah puasa pun marak dikaji dan dikembangkan. Ada nilai sosial, kemanusiaan, solidaritas, kebersamaan, persahabatan yang terus dicari untuk dinikmati dalam nilai-nilai ibadah Ramadhan ini.

Semuanya adalah nilai-nilai positif yang terkandung dalam puasa Ramadhan yang sudah selayaknya tidak hanya dipahami sebagai wacana yang memenuhi intelektualitas kita saja, namun menuntut implementasi dan penghayatan dalam setiap aspek kehidupan kita.

Selain itu, tentunya bagaimana kita merancang langkah-langkah strategis dalam mengisinya agar mampu memproduksi nilai-nilai positif dan hikmah yang dikandungnya. Jadi, tidak hanya berfiktir untuk menu untuk berbuka puasa dan sahur saja.

Ramadhan adalah bulan penyemangat jiwa. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap umat muslim. Ramadhan sebagai bulan ibadah, harus dapat dimaknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai bulan petunjuk, harus diimplementasikan dengan semangat dalam mengajak kepada jalan yang benar.

Ramadhan sebagai bulan kemenangan, harus dimaknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai bulan ampunan, harus kita hiasi dengan meminta dan memberikan ampunan.

Dengan persiapan dan program aktifitas yang kita jalani selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasa istimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah.

Semakin berat dan serius usaha kita meraih nilai-nilai kabahagiaan, maka semakin terasa nikmat kebahagiaan itu kita rasakan. Itulah yang dijelaskan dalam sebuah hadist Nabi bahwa orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan. Kebahagiaan ketika ia berbuka dan kebahagiaan ketika ia bertemu dengan Tuhannya.

Inilah kebahagian ukhrawi, saat pertemuan yang hakiki dengan al-Khaliq. Kebahagiaan yang merupakan puncak dari setiap kebahagiaan yang ada. Kebahagiaan yang tidak dapat digantikan dengan kenikmatan lainnya. Marhaban Ya Ramadhan. (Cecep Y. Pramana) http://www.pkpu.or.id/armd.php?id=0